Tips Taruhan Swansea Dibawah Laudrup

Swansea Dibawah Laudrup

Swansea Dibawah Laudrup

Tips Taruhan – Kehilangan manajer Brendan Rodgers ke Liverpool, awalnya akan terlihat seperti mimpi buruk bagi Swansea. Namun bayangan akan mimpi buruk perlahan-lahan sirna tatkala nama Michael Laudrup muncul sebagai kandidat pengganti Rodgers.

Dia menemukan cara baru dan membawa semangat yang belum pernah ada di klub asal Wales tersebut. Swansea memainkan sepakbola mereka dengan lebih baik dan mencetak lebih banyak gol. Tim Laudrup berhasil menduduki peringkat ke 8 dan secara resmi telah mendapatkan hak untuk bermain di Liga Eropa musim depan. keberhasilan itu diraih karena Swansea berhasil merebut title pertama mereka sepanjang sejarah, Juara Piala Liga Inggris 2012/2013. Raihan yang luar biasa karena dalam perjalanannya mereka mengalahkan Chelsea di semifinal.

Lebih Tajam

Area yang sangat berkembang daripada saat ditangani Rodgers adalah jumlah gol. Swansea telah menunjukkan bahwa mereka lebih tajam daripada musim pertama mereka di Liga Inggris. Ada fakta menarik tentang hal ini, Swansea menikmati 31% penguasaan  bolanya pada daerah pertahanan sendiri, bandingkan dengan catatan 29% yang mereka catatkan musim lalu. Kemudian statistic menunjukkan bahwa mereka sangat nyaman memainkan bola di pertahanan lawan. Swansea melakukan 24% penguasaan bola di daerah pertahanan lawan, bandingkan degan 22% musim lalu. Kendati musim ini Swansea hanya melakukan percobaan ke gawang lawan sebanyak 14,4 tembakan tiap pertandingan daripada musim sebelumnya yang mencapai 12,4 tembakan tiap pertandingan. Toh hasil musim 2012/2013 lebih tajam, the Swan memiliki rataan gol 1,6 tiap pertandingan, bandingkan dengan era Rodgers yang memiliki rataan 1,2 gol tiap pertandingan.

Pembelian tepat

Alasan dari lebih tajamnya Swansea daripada saat masih ditangani Rodgers tentu berkat andil salah seorang pemain yang sudah sering kita dengar namanya, Michu. Pemain asal Spanyol tersebut mencetak 17 gol di Liga Inggris musim lalu. Padahal top skorer musim sebelumnya, Danny Graham hanya mencetak 12 gol. Jelas sekali terlihat bahwa inilah faktor pembeda antara Swansea dibawah Rodgers dengan Swansea arahan Laudrup. Datangnya Michu memperbanyak opsi serangan, meskipun mereka harus kehilangan dua gelandang serang andalan mereka – Sigurdsson dan Scott Sinclair. Padahal dengan hilangnya dua pemain itu, fans Swansea sempat mengkhawatirkan nasib klub berlambang angsa itu.

Pembelian yang dilakukannya dengan cermat dan tepat adalah pembeda. Dua pemain yang hilang, telah digantikan dengan pemain yang lebih hebat, termasuk datangnya Ki Sung Yeong dari Celtic dan De Guzman, pemain yang didatangkan dari La Liga. Mantan entrenador Getafe menggunakan wawasannya yang luas di La Liga untuk merekrut pemain hebat dengan harga murah, kebiasaan yang hanya dimiliki beberapa manajer tertentu. Dua pemain baru yang datang di musim panas tahun lalu menjadi pondasi bagi lini tengah Swansea dan secara sempurna menutup kehilangan Joe Allen ke Liverpool. Dua pemain yang datang tersebut memiliki mobilitas yang tinggi dan skill yang mumpuni. Kedatangan Hernandez dari Valencia juga mampu menggantikan peran Sinclair yang tak mendapat kesempatan unjuk gigi bersama City. Pemain baru yang tampil sangat baik lainnya adalah Chico, juga pemain dari La Liga. Chico menjadi benteng pertahanan musim ini yang membuat Swansea lebih sedikit kebobolan.

Kesimpulan, Rodgers yang telah hijrah ke Liverpool dan Martinez adalah orang yang membuat Swansea menjadi tim yang bergaya permainan continental. Mereka berdua hanya dapat membuat Swansea tampil sebagai tim yang menarik dan enak dilihat, tapi yang memberi Swansea suntikan mental juara adalah Michael Laudrup. Tips Taruhan