Tips Taruhan Review Palermo 2012-13

Review Palermo 2012-13

Review Palermo 2012-13

Tips Taruhan – Musim 2012/13 bagi Palermo merupakan musibah. Fans klub pun terpaksa menerima kenyataan bahwa tim yang mereka dukung harus bermain di Serie B musim depan. Setelah sembilan musim di kasta teratas Calcio, Palermo harus mengucapkan selamat tinggal karena musim yang berjalan mengecewakan bahkan menurut standar Rosanero.

Di mana yang salah? Well, memecat Giuseppe Sannino setelah hanya tiga laga awal mengacaukan start Torino, terutama dengan optimisme yang membuncah saat dia direkrut dari Siena awal musim ini. Setelah hanya mendulang satu poin, pemilik klub Maurizio Zamparini langsung mendepaknya, mengawali musim dengan masalah.

Gian Piero Gasperini pun didatangkan untuk mengubah peruntungan klub, namun semuanya malah bertambah buruk dengan Rosanero hanya bisa memenangkan tiga dari lima belas laga sebelum jeda musim dingin. Sebagai hasilnya Pietro Lo Monaco, yang baru saja menggantikan direktur olahraga Giorgio Perinetti, merekrut beberapa pemain baru di bursa transfer Januari dalam usaha memperbaiki performa Palermo. Keadaan tidak membaik, dan terjadilah pergantian pelatih paling aneh di Serie A. Di antara empat Februari hingga sepuluh Maret, Zamparini mengganti pelatih sebanyak empat kali, dengan Gasperini digantikan Alberto Malesani, yang kemudian diganti lagi oleh Gasperini selama seminggu, sebelum akhirnya Sannino kembali dan melatih lagi hingga akhir musim. 

Saat semuanya di luar lapangan tidak bisa ditebak, imbasnya mulai terasa di dalam lapangan. Palermo sering membuang poin dengan kebobolan gol di akhir laga. Daftar panjang pembelian pemain baru bulan Januari tidak merubah keadaan klub, yang membuar Lo Monaco dipecat dan digantikan Perinetti … yang didepak beberapa bulan sebelumnya. Kemenangan atas Roma di 30 Maret mengakhiri rentetan 16 pertandingan tanpa menang, dengan duo bintang Fabrizio Miccoli dan Josip Ilicic bangkit dari tidur lama mereka dan. Minggu berikutnya mereka meraih kemenangan away pertama musim itu, dan juga pertama kalinya sejak 1 April 2012, dengan membantai Sampdoria.

Hasil itu menjadi awal lima pertandingan beruntun tanpa kalah yang membuat Rosanero memanjat keluar dari zona degradasi untuk pertama kalinya sejak Desember. Namun, kerja bagus yang dilakukan Sannino berakhir di situ saat klub gagal memenangkan empat laga sisa mereka, dan terdegradasi secara matematis setelah kalah dari Fiorentina, gol La Viola dicetak eks bintang Palermo Luca Toni. Jadi musim kacau itu diakhiri dengan tragis. Apakah mereka akan lama di Serie B semua tergantung Zamparini, yang diharapkan bisa belajar dari kesalahannya. Dan pelajaran itu akan mereka butuhkan dengan betapa berbeda dan panjangnya satu musim Serie B yang terdiri dari 42 pertandingan.

Pemain Musim Ini

Hanya ada satu kandidat untuk penghargaan ini, yang juga menjelaskan kenapa klub terdegradasi, dan pemain itu adalah Josip ilicic. Pemain 25 tahun itu menunjukkan kontribusi yang amat menonjol meski di awal musim bermain biasa saja. Dengan klubnya terancam degradasi, Ilicic bangkit dari tidur panjangnya begitu Giuseppe Sannino kembali ke klub dan sendirian menjaga peluang mereka untuk bertahan di Serie A.

Pemain Slovenia ini mengakhiri musim sebagai top scorer klub dengan sepuluh gol dalam 31 penampilan, termasuk saat dia mencetak gol di lima laga beruntun saat Palermo benar-benar memanjat keluar dari zona degradasi akhir Maret. Dengan Miccoli, satu-satunya opsi yang tersisa, mengalami masalah kebugaran, Ilicic menunjukkan kenapa dia dibebani harapan besar setelah kepindahannya dari Maribor tahun 2010.

Gol Musim Ini

Hanya ada satu kandidat juga untuk gol terbaik, dan itu gol dari kapten Fabrizio Miccoli di awal musim saat mereka menang atas Chievo. Pemain 33 tahun itu melepaskan tendangan voli dari lini tengah yang membuat Stefano Sorrentino yang tidak menduganya gagal menyelamatkannya.

Rekrutan Terbaik dan Terburuk

Tentu ada daftar panjang pilihan dengan begitu banyak pemain yang keluar masuk musim ini. Yang terbaik tentu Stefano Sorrentino, yang bergabung pada bulan Januari dari Chievo dan menunjukkan kenapa dia dinilai begitu tinggi di Serie A. Pemain 34 tahun itu menstabilkan gawang Chievo yang ternoda oleh minimnya pengalaman dan berbagai kesalahan di putaran pertama musim ini. Untuk yang terburuk ada empat pemain yang kesemuanya berasal dari Argentina. Mauricio Sperduti, Mauro Boselli, Mauro Formica, dan Alejandro Faurlin yang semuanya bergabung di bawah Pietro lo Monaco bulan Januari. Saat dia dipecat pemain-pemain itu tidak digunakan lagi oleh Zamparini dan pelatih-pelatih Rosanero lain, karena mereka bermain buruk saat diberi kesempatan. Tips Taruhan