Buttner Ingin Tetap Di Old Trafford

Buttner Ingin Tetap Di Old Trafford

Buttner Ingin Tetap Di Old Trafford

Mendengar kabarnya bakal segera dilego membuat Alexander Buttner gusar. Bagaimana tidak, ia bahkan enggan untuk memikirkan klub luar selain Manchester United dan karena itu ia siap bertahan dan bertarung untuk memperoleh kepercayaan dari pelatih David Moyes pada musim ini. Bek internasional Belanda itu posisinya berada dalam ancaman di Old Trafford sejak pelatih David Moyes mempersiapkan dana dalam jumlah besar untuk merekrut Leighton Baines dari Everton pada musim panas lalu, dan kemudian kembali mengalihkannya kepada Fabio Coentrao di tenggat waktu bursa transfer, kendati tidak ada yang terealisasi hingga sampai saat ini.

Moyes berbicara mengenai peran sentral dari bek asal Prancis, Patrice Evra, yang memiliki dampak dan pengaruh besar di United, sehingga membuat Buttner seolah-olah siap dikirim menuju ke pintu keluar Old Trafford. Pemain berusia 24 tahun itu pun dikaitkan dengan klub Galatasaray dan Tottenham Hotspur dalam beberapa pekan terakhir dan menyerahkan permasalahan tersendiri bagi Moyes untuk mencari pemain yang tepat di United, mengingat Buttner juga butuh jam terbang lebih baik lagi di tim utama. Kendati demikian, kegagalan Manchester United untuk melangkah ke kompetisi tertua di dunia, Piala FA, harus mereka telan saat dibekap oleh Swansea 2-1, dan ironisnya pada pertandingan itu Buttner dipercayakan untuk tampil,  dan mantan bek Vitesse Arnhem itu tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi masa depannya.

“Saya tahu beberapa klub menginginkan saya, namun saya senang untuk bertahan dan ingin terus bermain membela panji Manchester United,” ungkap Buttner. “Saya sama sekali tidak ingin hengkang. Bahkan saya siap untuk memperebutkan tempat di tim utama. “Saya tidak peduli juga orang-orang mengatakan bahwa tim ini akan mencari pemain yang sama pada posisi saya, karena kini saya hanya ingin berkonsentrasi di dalam setiap permainan dan menunjukkan bahwa saya bisa mengatasi mereka. “Saya tahu apa yang harus saya lakukan. Usia saya masih cukup muda dan saya fokus 100 persen di sini. Hanya kesempatan yang bisa saya manfaatkan dan menunjukkan segenap kemampuan terbaik.”

Dalam kekalahan tersebut, penampilan Buttner setidaknya sedikit lebih baik dibandingkan rekan-rekannya yang lain. Di babak pertama, ia mampu memanfaatkan ruang kosong di sektor sayap kiri, dan mengirimkan umpan silang kepada Javier Hernandez untuk mengimbangi keadaan dan kemudian juga sempat melancarkan tekanan di lini pertahanan Swansea. “Rekan-rekan yang lain tentunya tahu ketika saya mencoba untuk mengirimkan bola silang, dan hasilnya Javier mampu menyelesaikannya dengan gol,” bangga Buttner. “Sangat menyenangkan untuk bermain. Karena saya ingin sekali tampil penuh di setiap pertandingan. Namun tentu saja kekalahan tidak mudah untuk diterima. Jika kami menang, mungkin perasaan kami lebih berbeda.”

Area bek kiri tidak terlalu bermasalah bagi kubu Manchester United. Karena sebelumnya kekalahan mereka tidak terlepas karena aksi kartu merah yang diterima oleh Fabio saat pertandingan baru berjalan empat menit, usai ia masuk sebagai pemain pengganti di paruh kedua. Bagi sang juara bertahan yang pada musim lalu mampu unjuk kebolehan dengan selisih 11 angka dari rival terdekat, dibuat tidak berdaya pada tahun ini dan mereka sudah mengoleksi empat kekalahan dari enam pertandingan kandang dan otomatis peluang untuk menjadi juara hanya dari ajang Liga Champions dan Piala Liga.